Tingkatkan SDM dan Standar Keselamatan, NHM Kembali Gelar Pelatihan & Sertifikasi Pengawas Operasional Pertama


PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) bekerja sama dengan Layanan Pelatihan dan Konsultasi Keselamatan Kerja PT Cipta Mandala Indonesia menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Pengawas Operasional Pertama (POP) Angkatan II. 

Kegiatan ini resmi dibuka oleh Deputy Director of Operation (DDO) / KTT, Rara Dodo Lawolo, yang diikuti 26 peserta pada 24 Januari 2026 dan berlangsung selama tiga hari, hingga 26 Januari 2026 secara tatap muka di site Gosowong NHM, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. 

Pelatihan tersebut menghadirkan dua narasumber yakni, Ir. Drs Abdul Rauf, M.Sc,  dan Ir. Syafruddin, M.H., dengan membawakan delapan unit kompetensi sesuai skema POP berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 43 Tahun 2016.



Dalam sambutannya, Rado menegaskan bahwa uji kompetensi POP ini, selain mengikuti arahan Permen ESDM 43/2016, NHM juga ingin agar tenaga teknisnya berkompeten. Beliau menjelaskan, POP merupakan lini terdepan (front line supervisor) dalam industri pertambangan yang bertanggung jawab langsung atas pengawasan karyawan tingkat pelaksana dan memiliki peran penting dalam mengelola Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di area kewenangannya.

“Para profesional ini diharapkan mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengawas operasional pertama pada kegiatan pertambangan di area kewenangannya sehingga prinsip NHM “Datang Sehat Pulang Selamat” bisa diimplementasikan,” tegasnya.



Senada dengan itu, Superintendent HSE Operations, Johny Herman Karwur, mengatakan bahwa Tujuan utama POP pertambangan adalah membekali pengawas lapangan dengan kompetensi, pengetahuan, dan keterampilan untuk menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta regulasi, guna mencegah kecelakaan kerja, meminimalisir risiko, dan memastikan operasional berjalan efisien serta aman sesuai aturan pemerintah.

“Diharapkan training ini tetap berlanjut untuk menciptakan pengawas yang berkualitas serta dapat menerapkan “Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik,“ ungkap Johny. 

Salah satu peserta Angkatan II, Alwi Masbait, Departemen Technical Services menyampaikan “Pelatihan POP ini sangat bermanfaat dan menambah pemahaman saya tentang K3. Saya jadi lebih siap menjalankan peran sebagai pengawas operasional pertama di lapangan,” tutupnya.