Menghidupi Makna Pengorbanan dan Kebangkitan dalam Perayaan Paskah di Gosowong


Perayaan Jumat Agung dan Paskah 2026 di Site Gosowong berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan makna, menghadirkan suasana reflektif sekaligus penuh pengharapan bagi seluruh karyawan. Kedua Ibadah yang dilaksanakan pada pukul 18.30 WIT tampak dipadati oleh karyawan NHM dari berbagai departemen.

Rangkaian perayaan diawali dengan Ibadah Jumat Agung pada 3 April 2026 yang dipimpin oleh Pdt. Jeffry Gandasuli. Dalam khotbahnya, ia menyampaikan bahwa pengorbanan Yesus di kayu salib merupakan wujud kasih Allah yang begitu besar bagi umat manusia. ”Jumat Agung mengingatkan kita betapa mahalnya harga yang harus dibayar untuk penebusan dosa, sekaligus mengajak jemaat untuk introspeksi dan mengoreksi hidup ke arah yang lebih baik untuk menghargai kasih-Nya,” ujar Jeffry.



Sementara itu pada Ibadah Minggu Paskah, Pdt. Adriana M. Baura, S.Th memimpin Ibadah Paskah dengan menekankan makna momen Paskah atau kebangkitan Yesus Kristus merupakan puncak perayaan iman orang percaya. Kebangkitan-Nya menjadi pengingat bahwa dalam setiap kesulitan selalu ada jalan keluar, dan bahwa terang akan selalu mengalahkan kegelapan.

”Kebangkitan-Nya mengalahkan maut dan menebus kita dari dosa. Maka mari kita selalu refleksikan itu dalam kehidupan kita sehingga kita memiliki hidup yang berkemenangan,” pungkas Adriana.



Perayaan Paskah tahun ini tidak hanya menjadi seremoni keagamaan, tetapi juga menyampaikan pesan mendalam tentang harapan, pembaruan, dan kehidupan yang baru bagi setiap karyawan yang hadir. Semangat pengorbanan dan kebangkitan menjadi pengingat untuk terus melangkah bersama, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan optimisme dalam menghadapi masa depan yang lebih baik.